Problem
kemiskinan di satu sisi dan kehampaan spiritual di sisi yang lain menjadi
pembuka jalan bagi munculnya persoalan-persoalan baru di internal umat Islam. berdasarkan
catatan dari Bank Dunia, meskipun dinilai telah mencapai pertumbuhan ekonomi
impresif pasca krisis finansial pada pertengahan 1990-an serta masuk kategori
"emerging middle-income country”,
masalah kemiskinan masih menghantui negara kepulauan terbesar di dunia ini.
Data Bank Dunia menunjukkan sekitar 28 juta penduduk masih berada dalam kategori hidup miskin. Yang lebih mencemaskan, sekitar
40% dari warga Indonesia, kalau diterjemahkan dengan angka sekitar 100 juta
orang berpotensi akan menghadapi
kemiskinan. Data terbaru Kekayaan per
orang meningkat 6 kali lipat selama periode 2000- 2016. Namun menurut standar
internasional, kekayaan rata-rata orang di Indonesia masih rendah. Setengah
aset kekayaan di Indonesia dikuasai hanya 1% orang terkaya. Kesenjangan antara
yang kaya dan yang miskin di Indonesia mencapai 49%, yang menempatkan Indonesia
di posisi keempat negara dengan tingkat kesenjangan tertinggi di dunia (dw:.2017).
Hal
mendasar terjadinya kemiskinan adalah masih rendahnya tingkat ekonomi (standar
hidup layak), kesehatan (umur panjang dan hidup sehat), dan pendidikan
(Pengetahuan) di Indonesia yang menjadi variabel Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) (BPS:2017). Berdasarkan data dari United
Nations Development Programmee (UNDP)
IPM Indonesia 2016 berada pada peringkat 113 dari 118 negara, sedangkan
pada tahun 2015 indonesia berada di peringkat 110. Hal ini tentu menjadi
permasalahan yang harus menjadi perhatian untuk mengejar ketertinggalan
Indonesia dengan Negara lain (UNDP: 2017).
Salah
satu cara untuk meningkatkan pembangunan di Indonesia adalah dengan menggerakan
filantropi islam. Kekuatan filantropi di agama islam menjadi fondasi awal
pergerakan islam yang begitu besar. Filantropi sebagai salah satu modal yang telah menyatu di budaya masyarakat Indonesia. Tradisi
filantropi dilestarikan melalui pemberian derma kepada teman, keluarga dan
tetangga yang kurang beruntung. Filantropi juga merupakan salah satu unsur
dalam ajaran agama yang memperhatikan masalah duniawi terutama masalah
kemiskinan. Secara fungsional, agama memegang peranan penting dalam kehidupan
masyarakat, baik bagi masyarakat tradisional maupun modern, agama merupakan
tempat mereka mencari makna hidup, sehingga segala bentuk perilaku dan tindakan
selalu berkiblat pada tuntutan agama (way of life). Dengan menyumbang sejumlah
uang untuk sekelompok fakir miskin yang sedang membutuhkan, maka perbuatan
menolong orang yang sedang membutuhkan adalah tindakan mulia. Tidak
mengherankan muncul lembaga-lembaga filantropi, seperti Lembaga Amil Zakat
(LAZ), LAZISMU, LAZISNU, Badan Amil Zakat (BAZ), Rumah Zakat, Dompet Dhu’afa, dll
(Suherman;2016).
Jawa
Tengah adalah salah satu provinsi penggerak filantropi terbesar di Indonesia
bahkan dunia. Data yang dirilis oleh LAZISMU Jawa Tengah pada bulan ramadhan
berhasil mengumpulkan uang 37 Milyar. Angka tersebut adalah angka
fantasistis yang bisa di kumpulkan hanya
dalam waktu 1 bulan melalui lembaga filantropi yang baru berdiri ini. Bahkan di satu kabupaten seperti
Purbalingga, Solo, dan banyumas berhasil mengumpulkan uang 1 milyar/ kabupaten.
Angka filantropi di Jawa Tengah tentu belum termasuk di lembaga-lembaga lainnya
seperti Badan Amil Zakat (BAZ), Rumah Zakat, Dompet Dhu’afa, dll. Dengan hasil filantropi yang dikumpulkan
tersebut di gunakan untuk membantu pendidikan, ekonomi, dan juga biaya
kesehatan di Indonesia khususnya Jawa Tengah. Dari dana filantropi tersebut terlihat
bahwa gerakan filantropi islam bisa menjadi penggerak pembangunan sosial di Indonesia.
Berdasarkan
hal-hal tersebut di atas, terlihat perlunya di lakukan penelitian tentang Strategi Pemberdayaan
Pembangunan Sosial Melalui Gerakan Filantropi Islam. Penelitian
ini mengacu pada tema induk yang dirumuskan dan ditetapkan dalam Rencana Induk
Penelitian (RIP) Uhamka tahun 2016 - 2020 dalam bidang keilmuan non
kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tema induk yang berkaitan dengan
penelitian ini yaitu berupa kajian sosial dan humaniora untuk pengembangan
ilmu. Penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mendukung riset nasional yang
berkaitan dengan pengembangan strategi pemasaran kelautan.\
Tidak ada komentar: